Text
Penjual Kenangan
Hidup terlalu singkat, kata seorang kekasih menggugat cintanya yang pergi.
Bagaimana jika tak ada lagi cinta esok lusa?
Bagaimana jika jauh ternyata tak berapa lama jaraknya?
Kekasih itu menggugat.
Ia menangis.
Kenangan; satu-satunya yang paling berharga, dimungkiri oleh cintanya.
Hidup terlalu singkat, katanya lagi.
Sambil mengemasi sisa-sisa harap dan bersiap pergi.
“Semoga ada persimpangan di depan sana.
Agar aku bisa menjual kenangan dan rindu yang menyisa,”
lirih hatinya, perih.
| F251.1 | 813 WID p | Dang Merdu | Tersedia |
| F251.2 | 813 WID p | Dang Merdu | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain