Text
Burisrawa Edan...!
Menurut versi Mahabharata, Burisrawa merupakan putra dari Somadata, Raja Bahlika. Somadatta sendiri merupakan keturunan Kerajaan Kuru, jadi ia masih kerabat para Korawa dan Pandawa. Somadata memiliki empat orang putra, yaitu Burisrawa, Buri, Sala, dan Saumadati. Namun, versi lain menyebut Saumadati sama dengan Burisrawa. Dalam perang Baratayuda, Somadata dan putra-putranya tewas di tangan Satyaki, kecuali Saumadatti yang tewas di tangan para Pancakumara.
Versi pewayangan Jawa menyebut Somadata dengan ejaan Somadenta, dan merupakan nama lain Salya raja Kerajaan Mandaraka. Maka, Burisrawa pun secara otomatis disebut sebagai putra Salya. Padahal, Somadata dan Salya dalam Mahabharata adalah dua tokoh yang berbeda.
Salya versi Jawa menikah dengan Setyawati dan memiliki lima orang anak, yaitu Erawati, Surtikanti, Banowati, Burisrawa, dan Rukmarata. Ketiga putri Salya masing-masing menikah dengan Baladewa, Karna, dan Duryudana. Di antara kelima anak Salya, hanya Burisrawa yang memiliki wajah buruk seperti raksasa, sedangkan yang lainnya cantik dan tampan. Hal ini merupakan kutukan karena Salya semasa muda pernah membunuh mertuanya sendiri yang berwujud raksasa karena jijik. Mertuanya itu bernama Bagawan Bagaspati. Akibat dosa tersebut, salah satu anak Salya pun terlahir buruk rupa, yaitu Burisrawa.
Burisrawa dalam pewayangan tidak tinggal di istana Mandaraka bersama ayah ibunya, melainkan menyendiri di Kasatriyan Madyapura.
| F216.1 | 813 DJO b | Dang Merdu | Tersedia |
| F216.2 | 813 DJO b | Dang Merdu | Tersedia |
| F216.3 | 813 DJO b | Dang Merdu | Tersedia |
| F216.4 | 813 DJO b | Dang Merdu | Tersedia |
| F216.5 | 813 DJO b | Dang Merdu | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain