Text
Merantau Ke Deli
Novel ini menceritakan tentang Leman, seorang perantauan Minangkabau yang mengadu nasib di tanah Deli sebagai pedagang kaki lima. Dalam novel ini kembali sang Buya mengambil tokoh dari latar budaya yang sangat diakrabinya, maklumlah karena Buya Hamka adalah orang Minang alias urang awak. Pertemuan Leman dengan Poniem, seorang perempuan Jawa, berawal dari aktivitas biasa, antara penjual dan pembeli, karena memang Leman berjualan di dekat perkebunan tempat Poniem bekerja sebagai kuli kontrak. Leman yang masih single merasa tertarik kepada Poniem yang digambarkan sebagai perempuan lumayan cantik. Tapi hasrat Leman untuk menjalin hubungan serius sampai tahap rumah tangga bukannya tanpa halangan. Poniem adalah isteri simpanan atau piaraan mandor besar perkebunan. Tapi justru itu yang menjadi senjata Leman untuk meraih simpati dari Poniem.
“Jadi engkau tidak dinikahinya?”
“Belum, saya belum dinikahinya”
“Jadi bagaimana pertimbangan Poniem, tinggal di luar nikah dengan seorang lelaki yang umurnya lebih tua daripada engkau?”
Keadaan Poniem yang hidup luar nikah membuat rayuan-rayuan Leman diselingi alasan logis kenapa Poniem harus meninggalkan kedudukannya sebagai seorang isteri ”piaraan”. Tidak mudah memang bagi Leman untuk meyakinkan Poniem utuk meninggalkan mandor besar, sebab banyak pengalaman wanita-wanita seperti Poniem yang tertipu. Awalnya diajak kawin secara sah di hadapan penghulu, tapi setelah barang-barang emas si wanita habis, ia ditinggalkan begitu saja. Walaupun pada akhirnya hasrat Leman untuk menikah dengan Poniem terwujud, namun itu bukan berarti mereka berdua tidak mengalami berbagai macam ujian.
| F278.1 | 813 HAM m | Dang Merdu | Tersedia |
| F278.2 | 813 HAM m | Dang Merdu | Tersedia |
| F278.3 | 813 HAM m | Dang Merdu | Tersedia |
| F278.4 | 813 HAM m | Dang Merdu | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain